الثلاثاء، ربيع الآخر ٠٢، ١٤٢٦

Melacak [kembali] Jati Diri Kita (Bag. 1)

"Mengarungi samudra kehidupan
kita ibarat para pengembara
hidup ini adalah perjuangan
tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes keluh dan kesah
tak akan sirna ditelan masa
segores luka dijalan Allah
kan menjadi saksi pengorbanan

Allahu ghoyatuna
Ar-rosulu qudwatuna
Al-qur'an dusturuna
Al-jihadu sabiiluna
Al-mautu fii sabiililLah
Asmaa'amaaniinaa"

Tidakkah kita menyadari tentang makna senandung diatas? Penyampaian yang gamblang tentang posisi muslim dalam kehidupan dan bagaimana seharusnya seorang muslim mengelola kehidupan itu sendiri. Mari kita kupas syairnya satu persatu :

"Mengarungi samudera kehidupan"
Kehidupan memang hal yang tak pernah ada batasan yang pasti, kecuali bagi orang yang telah mempelajari bahwa hidup itu hanya sementara, pasti ia akan selalu siap ketika sampai pada ujung samudra yang berbeda hawa dan sifat kehidupannya.

"Kita ibarat para pengembara"
Rosulullah SAW pernah mengeluarkan hadistnya melalui Umar Ibnu Khattab . "Jadilah didunia bagai orang asing, atau pengembara yang tidak lama". Yang namanya pengembara (traveller, adventurer) akan membawa bekal yang banyak sesuai hari yang ditempuhnya. Bukan hanya bekal materi, tapi bekal mental berupa kesiapan menghadapi hal-hal yang baru, bekal jasad berupa kesehatan dan stamina, bekal akal berupa ilmu tentang negara/tepat tujuan atau yang dilewatinya. Juga hidup yang memerlukan banyak bekal yang tak dapat ditentukan. Satu-satunya cara aman yang bisa ditempuh adalah, bekal mulia, Ketaqwaan kepada-Nya. "Sesungguhnya sebaik-baik perbekalan adalah Taqwa"

"Hidup ini adalah perjuangan"
Bukan cuma manusia yang hidup didunia, ada makhluk-Nya yang lain. Juga bukan hanya orang-orang soleh yang hidup didunia, ada juga orang toleh (tidak soleh). Hidup itu berpasangan dan berlawanan, kanan X kiri, atas X bawah, benar X salah, iman X kafir, dan lain sebagainya. Cuma satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah PERJUANGAN. KH. Ahmad Dahlan dalam memori perjuangannya berkata "Bukan hidup jika tanpa perjuangan, Bukan perjuangan, jika tanpa keikhlasan, Bukan keikhlasan jika tanpa ilmu yang memadai tentang ihlas, Bukan ilmu yang ikhlas jika mengharap kepada selain Allah"

"Tiada masa tuk berpangku tangan"
Kehidupan (al-hayah) adalah roda, yang terdiri dari dimensi ruang dan waktu. Sesekali kita memiliki kejayaan yang membuat diri kita tersenyum, tertawa, terbahak-bahak bahkan hingga mengadakan pesta khusus atas kejayaan itu. Sesekali juga kita mendapat musibah yang membuat kita sedih, menitikkan air mata, putus asa bahkan hingga melakukan hal-hal yang tidak berguna (misal ikut bunuh diri ketika orang yang disayangi mati, na'udzubillah deh). Itu semua disebabkan karena rasa santai (berpangku tangan) terhadap kehidupan dan ujian. Dan rasa santai itu dimiliki bagi orang yang tidak tahu atau sengaja untuk tidak tahu tujuan hidupnya. "Tidak Ku-ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku"

Bersambung...

2 Ada Komentar?

At الثلاثاء, ربيع الآخر ٠٢, ١٤٢٦ ١:٣٣:٠٠ م, Anonymous ARS Bilang...

Hello...tgl 24 besok ada acara ga? Klo ga ada, rencananya IMB-Jogjes mo kumpul2 nih...
Sementara, waktunya ba'da dzuhur di Maskam UGM.
Contact me : 0856.2800.950

NB: Ajakin yang lain ya...:)

 
At الخميس, صفر ١١, ١٤٢٨ ٨:٥٤:٠٠ م, Anonymous غير معرف Bilang...

You have an outstanding good and well structured site. I enjoyed browsing through it » » »

 

إرسال تعليق

<< Home