الأربعاء، ربيع الأول ٢٥، ١٤٢٦

S.a.r.j.a.n.a

Image hosted by Photobucket.com
Kalo liat kenang-kenangan diatas, kangenku makin tambah, kangen kepada mereka yang telah menyandang gelar sarjana secara de-jure. Padahal banyak "sarjana-sarjana lapangan" yang telah menciptakan kondisi bangsa ini menjadi sedemikian rupa. Indah campur acak-acakan, bersih campur bersampah, berwibawa campur ketawa-tawa. Hiks. Sedih. Target gelar S... merupakan awal malapetaka. Jika awal kuliah ia dengan matang memantapkan diri concern dibidangnya, maka sampai saat ini jumlah S-1 di Indonesia yang nganggur ga sampe 10juta.

Hey sodara-sodara, jumlah 10juta kalau diuangkan cukup untuk beli buku yang literatur. Tapi 10juta yang kutulis diatas bukan tentang uang, tapi jiwa, 10juta penganggur berasal dari S-1 (KOMPAS, 17 Maret 2005).

Image hosted by Photobucket.com
Selain unsur kemantapan, unsur kurikulum penyelenggara pendidikan tinggi juga berpengaruh. Sesekali anda dan teman anda yang kuliah atau sudah lulus S-1 mengadakan dialog dengan bahasa Inggris. Bisa lancar gak ya? untuk Yes dan No mungkin sangat lancar, tapi selanjutnya ... What Should I Say Now (Bahasa arabnya : Maa Dzaa Tatakallamu Al-Aan?).

Duh. malu juga deh kalo udah punya tambahan nama S... tapi ngomong bahasa Inggrisnya cuma bisa I LOVE U doang.. Itulah yang menyebabkan nilai Sarjana (yang in-skill) tidak laku dipasaran. Emang dulu kuliah ngapain aja? Nyontek kali ya skripsinya :-p

Ooo.. Generasi yang hilang
Korban Perang Peradaban
Apa Arti Ilmu dan Pengetahuan
Tanpa Taqwa dan Iman

Tuh kan, ternyata Taqwa dan Iman mempengaruhi kualitas Ilmu kita. Buktinya apa? Coba buka Al-Mujadalah : 11. Bahkan hadits Rasul yang mahsyur salahsatunya adalah "Tuntutlah Ilmu ke Negeri Cina..". Hey kawan, Rosul tuh dah liat kemajuan bangsa Cina dari dulu tau ndak gara-gara apa? Gara-gara keuletan ras Cina dalam belajar dan meneliti.

Hayo... mau apa lagi bagi kamu yang PENGACARA? (PENGangguran yang bAnyak aCARA). Kalau kamu ndak dapet kerjaan bukan berarti kamu gak gagal dalam hidup. Ada satu tips keren yang kukutip dari sebuah radio (waktu aku masih di Jakarta dulu 2001) "Tidak kerja kantoran bukan berarti pengangguran". Artinya apa? Yap betul... KITA HARUS CIPTAKAN LAPANGAN KERJA BARU YANG SESUAI DENGAN SKILL KITA ATAU KEBUTUHAN MASYARAKAT SEKITAR.

Kalau kata Sekolah Interpreuner "Jadilah Pensiunan Muda". Bagaimana dengan kamu?