الأربعاء، ربيع الآخر 03، 1426

Sighat Ta'liq dan Akad Nikah

Bagi anda (ikhwan) yang sudah menikah, mungkin antum tahu (pernah baca) Shighat Ta'liq. Pembacaan Sighat Ta'liq yang biasanya dilakukan setelah pembacaan aqad. Bunyinya singkat "Jika saya meninggakan istri selama 3 Bulan berturut-turut ...... (dan seterusnya)", dan lebih ringan pengucapannya dibandingkan pengucapan aqad (berdasarkan Pengalaman). Setelah Sighat ta'liq dibaca, biasanya suami menorehkan tanda tangan dibawahnya.

Yang jadi pertanyaan adalah : Apa hukum Sighat Ta'liq dalam Fiqh Munakahat?
Sighat Ta'liq (sepengetahuan saya) hanya ada di peraturan Pernikahan Agama Islam di Indonesia yang diatur dalam UU Pernikahan No. 54/1979. Departemen Agama Islam (pada masa itu) mengeluarkan keputusan tersebut didasarkan pada realita tingginya tingkat perceraian yang disebabkan karena ketidakjelasan fungsi suami, misal : karena ditinggal, tidak dinafkahi, kekerasan suami, dll. Namun, secara syari'ah, Sighat Ta'liq (yang artinya Pengikatan Agar Lebih Kuat) tidak terdapat dalam dalil manapun. Seorang Imam Syafi'i-pun yang termasuk Imam yang paling moderat tidak pernah menjelaskan tentang hal itu.

Kesimpangsiuran hukum Sighat ta'liq ini membuat beberapa ahli fiqh Yogyakarta (Jam'iyah Fiqh Yogyakarta) mengkaji kembali urgensi keberadaan hal tersebut. Berbagai pendapat bermunculan berdasarkan berbagai dalil, tentunya ditinjau dengan persepsi Fiqh Waqi'i dan Fiqh Awlaawiyah.

Sighat Ta'liq kemudian ditetapkan dengan hukum Makruh (menurut Jam'iyah Fiqh Yogyakarta dalam Musyawarah Hukum Syari'ah) dan untuk selanjutnya hasil tersebut direkomendasikan kepada Departemen Agama Pusat untuk dijadikan Rancangan UU Perkawinan. Maka, bagi ikhwan yang akan menikah (yang dalam persiapan) hendaknya menghindari Pembacaan Sighat Ta'liq secara Jahar (Bersuara), atau bisa mengikuti ketentuan berikut :
"Jika petugas dari KUA menanyakan mempelai Pria dengan kalimat "Silahkan baca sighat ta'liq", maka anda sebaiknya berkata "Saya akan baca dalam hati saja". Maka boleh baca itu sebagai pengetahuan semata, setelah itu tanda tangani dibawahnya"

Bagi akhwat yang akan menikah agar memberitahukan/menganjurkan kepada calon suami (ikhwan) agar melakukan hal tersebut diatas. Demikian penjelasan singkat tentang posisi Sighat Ta'liq dalam Akad Nikah. Dari kejauhan, saya mengucapkan BaarakalLoh.. kepada antum yang akan segera meraih nikmatnya menikah karena da'wah.

Disingkat dari Hasil MHS-JFY, 2 Mei 2005
Blogger adalah Peserta dalam Acara tersebut

5 Ada Komentar?

At الأربعاء, ربيع الآخر 03, 1426 12:34:00 م, Anonymous ARS Bilang...

SB-nya error yah?!
Ehm...aq blm pernah ke pntai depok. Tp klo mo dsana oks bgt tuh!
Mending berangkatnya bareng aja yah?! Dari maskam gitu....:p

 
At السبت, ربيع الآخر 06, 1426 12:30:00 ص, Anonymous غير معرف Bilang...

selamat datang di IMB ustdz:)

btw, kalau ustadz sudah membaca shigat ta'lik dan akad nikah, blum? ;)

=annidalucu.blogspot=

 
At السبت, ربيع الآخر 06, 1426 12:31:00 ص, Anonymous غير معرف Bilang...

satu lagi, kemarin2 kesini, gak bisa isi SB pun comment. mungkin SB-nya error ustadz?

=masih annida lucu=

 
At الاثنين, محرم 17, 1428 6:24:00 ص, Anonymous غير معرف Bilang...

That's a great story. Waiting for more. » »

 
At السبت, صفر 13, 1428 3:40:00 م, Anonymous غير معرف Bilang...

Very nice site! Fire alarm system record of completion assistance Tapering wellbutrin Power acoustic gothic series 1600 watt car amplifier domain

 

إرسال تعليق

<< Home