الثلاثاء، جمادى الأولى 21، 1426

Bahasa Arab di Indonesia

Image hosted by Photobucket.com
Indonesia memang memiliki 85 % umat Islam dari 215.431.319 jiwa (sensus 2001). Akan tetapi, keterampilan membaca Al-Qur'an hanya dimiliki 15% dari Umat Islam yang ada di Indonesia (belum termasuk yang tinggal, belajar dan bekerja di Luar Negeri), ini juga berdasarkan sensus yang diadakan LPTQ Nasional Tahun 2003. Lebih spesifik lagi, yang benar dalam membaca al-Qur'an secara tajwid hanya 5% dari 15%. Hal itu menandakan, kesadaran untuk membaca dan mencari ilmu tentang al-Qur'an masih kurang, termasuk didalamnya belajar bahasa al-Qur'an, bahasa Arab.
Tata bahasa arab yang menurut pakar bahasa paling indah dan paling rumit tidak banyak dibanggakan oleh umat Islam Indonesia. Buktinya pengucapan bahasa arab keseharian banyak yang salah ucap. Dalam bahasa arab, bunyi huruf mempengaruhi perubahan arti (bahkan bisa sangat beda), contoh :
  1. Jika kita berjanji, kita sering mengucapkan Insya Allah. Tidak sedikit diantara kita yang membunyikannya dengan kata Insa Allah. Anda bisa bedakan bunyi Insa Allah dan Insya Allah yang secara huruf berbeda. Artinya pun bertolak belakang, Insya Allah = Jika Allah Menghendaki, tapi kalau Insa Allah = Jika Allah Jahat
  2. Kita sering memanggil orang yang kita ketahui sebagai orang yang lebih faham agama dengan sebutan Pak Ustadz. Jelas kata itu salah karena arti Ustadz = Bpk Guru. Jadi, kalau kita memanggil Pak Ustadz = Bpk2 Ustadz (Jamak, Banyak). Yang benar, panggillah beliau dengan Ustadz (saja) atau Bapak (saja).

Masih banyak lagi...