السبت، ربيع الآخر 27، 1426

Ibadah (yang bagi kita) Istimewa

Image hosted by Photobucket.com
Suatu ketika Rosululloh SAW sedang memberikan kajian kepada para shahabat R.A. Dipertengahan kajian, Beliau SAW bersabda “Setelah ini akan ada seorang ahli syurga”. Maka tak berapa lama kemudian masuklah seorang yang tidak asing dan segera berwudhu kemudian sholat dan mengikuti kajian Rosululloh. Para shahabat memperhatikan orang tersebut. Keesokan harinya, Rosul mengatakan hal yang sama pada kesempatan yang sama. Yang muncul pun setelah tak seberapa lama tetap orang yang kemarin. Maka, Umar Ibnu Khattab merasa penasaran dengan orang yang dimaksud Rosululloh ahli syurga itu. Pada hari ketiga, Umar mengikuti orang itu hingga sampai kerumahnya. Beliau kemudian mengatakan kepada orang itu “Berilah aku izin untuk bermalam ditem[atmu, karena aku sedang bertengkar dengan orangtuaku”. Orang itupun setuju, tiada keberatan sedikitpun terpancar dari wajahnya. Setiap kali kesempatan, Umar selalu memperhatikan dengan teliti apa yang dilakukan orang ahli syurga itu. Setelah malam datang, Umar sengaja bangun untuk melihat ibadah malamnya orang itu. Tapi ternyata orang itu tidur hingga Subuh datang. Setelah paginya, Umar memperhatikan sholat Dhuha orang itu yang ternyata tidak dilakukan dengan lama. Setelah itu ia kembali berdagang. Tiap kali datang waktu Sholat, ia segera datang memenuhi panggilan tersebut. Beberapa hari telah dilewati Umar bersama orang ahli syurga itu, namun sejauh pengamatan Umar tidak ada ibadah istimewa yang dilakukannya. Akhirnya, setelah 3 hari, Umar berterus terang kepada orang itu. “Syeikh, sebetulknya aku tidak sedang bertengkar dengan orangtuaku. Aku sengaja ingin bermalam ditempatmu selama 3 hari ini karena Rosul bersabda bahwa engkau adalah termasuk ke dalam ahli jannah-Nya. Apakah engkau memiliki ibadah tertentu?”. Orang tersebut kemudian agak tertawa, setelah itu bingung. “Ya Umar, sesungguhnya aku hanya hamba biasa yang berdagang sedari muda. Tiada yang istimewa dalam ibadahku, kecuali 2 hal yang selalu kujaga sedari muda, yaitu tidak berbuat curang dan tidak merasa iri jika nikmat Allah datang kepada hamba-Nya yang lain.”

Lalu Rosul menjelaskan kepada Umar dengan ayat bagi penghuni Syurga:
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya." (Surat Azzumar (39) : 73)

1 Ada Komentar?

At الأحد, صفر 28, 1428 6:46:00 ص, Anonymous غير معرف Bilang...

Enjoyed a lot! »

 

إرسال تعليق

<< Home