السبت، ربيع الآخر ٢٧، ١٤٢٦

Masjid dan Panen

Bulan Mei sampai Juni ini, msyarakat Parangtritis disibukkan PRB -Panen Raya Brambang (bawang merah)-. Lebih dari 100 Hektar yang memenuhi tanah parangtritis ditutupi bulatnya bawang yang berwarna merah itu. Aktivitas malam pun bertambah dengan acara pengulitan brambang (mitik brambang) dan penyetoran ke toke' (juragan yang membeli brambang masyarakat). Tak sedikit warga yang merasa lelah dengan aktivitas keseharian selama panen, Al-hasil, MASJID KOSONG, paling tidak ya berkurang jama'ahnya. Alasannya : Lelah (cukup manusiawi).

Jangankan di masjid yang memang kurang subur, di masjid yang subur jama'ahnya pun mengalami hal yang sama. Ketika kutanya kepada sesepuh Takmir masjid tersebut, mereka hanya berkata "ini namanya ta'awanu alal itsmi wal udwan (bertolong-tolongan dalam kejelekan dan dosa), sejah belasn tahun diberikan ayat tentang itu, tapi yah.. sama aja hasilnya". Yang ironis, adzan maghrib berkumandang, mitik brambang tidak berhenti hingga adzan isya dan pengajian diadakan selesai jam8 malam. Padahal mitik brambang itu diadakan persis didepan Masjid, tidak terdengarkah??. Na'udzubillah min dzaalik