الاثنين، جمادى الأولى ٠٦، ١٤٢٦

"sedikit goyang" Yang Bikin Panik

Parangtritis. Sabtu-11 Juni 2005 (sekitar Pukul 20.30 WIB)
Masyarakat sekitar pantai selatan (Parangtritis-Samas-Baron) dikejutkan dengan "sedikit goyangan". Goyangan yang diperkirakan hanya 2 scala richter dan 10 detik itu betul-betul membuat panik. Malam itu aku sedang diluar rumah, diundang untuk mengisi Training Direct Marketing Tim Sukses Pilkadal (Pemilihan Kepala Daerah Langsung). Peserta yang berjumlah 30 orang sempat berhamburan keluar. Seorang Akh. yang menjadi Moderator acara tersebut luar biasa panik. Pasalnya, dia baru saja memiliki generasi pewaris negeri (baca : anak) usia 11 hari. Kontan ketika "goyangan" berlangsung, beliau langsung menghubungi rumahnya menanyakan kondisi disana. Istriku yang pada waktu itu dirumah sempat was-was dengan kejadian tersebut, karena tidak adanya informasi dari BMG setempat.

Itulah musibah (peringatan) dari Pemilik Hidup. Walaupun dia hanya memberi peringatan sedikit, namun mampu membuat manusia bergidik tak berdaya. Gempa Tsunami yang begitu dahsyat yang (diperkirakan) belum sedahsyat zalzalah semestinya bisa memberikan kita banyak pelajaran. Bahwa hidup adalah bukan milik kita sepenuhnya. Andaikan diri kita yang memiliki hidup, tentunya semua berhak mengatur hidupnya dan berhak pula untuk tidak mati. Namun, Allah Maha Pemilik segala sesuatu dan Maha Berkehendak atas hidup kita.

Gempa kecil yang "mampir" di Parangtritis-Samas-Baron, sebagaimana gempa besar di Aceh, Nias,dll belum berbekas dan tidak membuat akal dan hati kita bergetar.

Januari lalu, pada waktu yogya diguncang isu gempa besar pasca tsunami, bukan main masyarakat berduyun-duyun memenuhi masjid hingga serambinya. Tapi berita di media yang mengatakan bahwa yogya telah aman dari gempa mengosongkan sekejap. Kalau masjid bisa bicara, mungkin ia akan mengatakan "kemana kalian, kenapa cuma seminggu memenuhi ruanganku?..."

Tampaknya, kita memang harus belajar ikhlas atas apa yang Allah taqdirkan. Dari begitu banyaknya musibah (peringatan) melanda bangsa kita.. sungguh, kita belum bisa mengambil ibroh dari itu semua.

"Seribu luka dosa yang makin menganga, tak mampu disembuhkan dengan ramuan pahala yang cuma sebelanga"

untuk diri : jagalah diri dan keluargamu dari api neraka..(At-Tahrim : 6)