الأربعاء، جمادى الأولى ٢٩، ١٤٢٦

Boleh Sombong, Asalkan ....

Sombong adalah salah satu sifat yang diprakarsai oleh iblis. Beberapa kisah telah banyak menyebutkan, bahkan ada juga dalam al-Qur'an tentang kesombongan iblis. Iblis menolak mentah-mentah perintah Allah untuk menyembah Adam yang baru diciptakan-Nya dengan berbahan tanah. Beberapa mufassirin (ahli tafsir) memperkirakan sebab iblis melakukan hal demikian. Iblis diciptakan dari Api, sedangkan Adam dari tanah. Iblis juga diciptakan lebih awal, kebalikannya Adam baru saja jadi. Iblis lebih lama ibadahnya kepada Allah, Adam belum pernah.

Ini pasti menjadi pertanyaan : Kenapa iblis beribadah pada Allah? karena sebelum iblis berlaku sombong, iblis dikategorikan ke dalam malaikat dan termasuk taat kepada Allah selayaknya malaikat lain.

Kesombongan Iblis menjadi kesombongan pertama yang dilakukan makhluk Allah atas perintah-Nya kepada hamba-Nya. Allah kemudian murka dan melaknat iblis untuk masuk neraka-Nya, namun iblis kemudian meminta syarat kepada Allah, yakni untuk menyesatkan anak manusia dan menjadi temannya selama di neraka kelak. Allah setuju, Allah menjamin kalau orang-orang beriman akan selamat dari godaannya.

Kesombongan, biasanya muncul karena memiliki kelebihan. Kelebihan harta, rupa, posisi kehormatan dan status keluarga bisa memicu kedatangan sombong. Bahkan, kelebihan dalam ibadah tidak memungkinkan untuk terhindar dari sombong juga.

Sebut saja Fir'aun, siapa yang tidak kenal dengan raja yang memiliki dukungan terkuat ini. Ia hidup di zaman nabi Musa. Kelebihannya memang diakui seluruh masyarakat. Tukang sihir yang banyak, kekuasaan yang mutlak dan harta yang melimpah, bahkan kesehatan badan yang tak pernah terganggu membuat para mentri-mentrinya bersepakat untuk menjadikannya sebagau tuhan. Dengan senang hati "jabatan" tuhan itu disandangnya. Ketika nabi Musa mengingatkannya untuk kembali kepada Allah swt, Fir'aun malah menyerangnya dengan berbagai cara, hingga melakukan pengejaran terhadap pengikut nabi Musa as di semenanjung laut merah. Ditenggelamkanlah ia oleh_nya karena kesombongannya, dan dibuat-Nya kaku sebagai pelajaran bagi warganya. Setelah Fir'aun mati, pengikutnya kehilangan jejak nabi Musa dan menjalani apa-apa yang dulu pernah diajarkan nabi Musa.

Masih di zaman nabi Musa, kali ini dari saudagar kaya yang bernama Qarun. Harta yang berlimpah dan gudang yang berblok-blok tak membuatnya berlaku rendah hati dan memberi kepada yang membutuhkan. Nabi Musa berkata kepadanya "Hey Qorun, bayarlah zakat dari hartamu, sesungguhnya dalam hartamu ada hak-hak mereka", namun dengan ketusnya Qorun menjawab "Hey Musa, silahkan bawa ajaranmu itu ke orang kaya yang lain yang hartanya itu dibantu dari Tuhanmu. Ini hartaku bukan harta Tuhanmu, ini hasil jerih payahku...". Bukan main sombongnya Qorun yang memiliki kunci gudang yang hanya bisa diangkat 7 orang besar. Allah swt kemudian menghendaki Qorum tertimbun harta dengan gudang-gudangnya, mati dalam tanah.

Lalu, ada cara lain untuk bisa sombong?

Ya, kita boleh sombong, dengan satu syarat saja, yakni dengan membayar ongkos kehidupan kepada Allah SWT dari semua unsur. Kita mesti menghitung berapa yang ada pada diri kita harga kulit beserta pori-porinya, tangan beserta jari dan kuku-kukunya, kaki beserta jari dan kuku-kukunya, badan beserta lubang pusarnya, kepala beserta rambut dan mata dan hidung dan telinga dan mulut, serta berruas-ruas tulang sekujur tubuh. Bukan cuma itu saja , kita juga mesti membayar oksigen yang kita hirup sehari-hari sejak lahir sampai nanti mati, bayar biaya rizki yang telah Dia limpahkan melalui berbagai sarana, bayar sewa tempat yang di ciptakan-Nya yang selama ini kita tempati yaitu bumi. Dan-lain-lain yang mesti kita bayar.

Sanggupkah? Jika anda tidak sanggup, maka buat apa sombong jika hanya mengembalikan kita ke tempat yang dipenuhi pengikut Iblis.