الثلاثاء، جمادى الآخرة ٢٠، ١٤٢٦

Harap-harap Cemas

Ini kejadian nyata. Teman saya yang bernama Andi (nama samaran) yang sudah berumur 23 tahun dan masih menempuh kuliah tarjih di Yogyakarta suatu malam berkata kepada akhwat yang disukainya dengan terus terang "Ukh, saya benar-benar telah terbakar!". Akhwat itu lantas kaget "Apa maksud akhi?". "Ya, setiap saya ketemu Mas Ahmad dan istrinya, hati saya betul-betul terbakar..." berkata sambil menundukkan pandangan, menghadap teman ikhwannya. "Mas Ahmad itu memang kompor tulen, Bani sudah jadi korban kompornya, da sudah nikah sebulan lalu..." lanjutnya. Dina (nama samaran), akhwat itu, akhirnya hanya mendengar keluh kesahnya sambil sesekali tertawa dan terdiam.

Di kampusnya memang ada satu peraturan khusus, yakni Tidak Menikah Selama Menjalani Pendidikan. Mahasiswa dalam Kampus milik salah satu ormas terbesar di Indonesia ini disebut Mahasiswa Tarjih. Ternyata, Kampus telah menetapkan tata-tertib mahasiswa yang menyalahi aturan syariah Islam. Namun, mahasiswa tarjih tidak banyak yang berani menolak peraturan itu. Mungkin karena mereka (waktu masuk lembaga/kampus tersebut) merasa kuat untuk menjalani peraturan tersebut hingga tuntas. Padahal tugas mereka adalah siap ditempatkan di pelosok Yogyakarta yang disebut dengan istilah "kawasan hijrah" (istilah mereka, diartikan sebagai kawasan yang memerlukan penyuluhan agama Islam).

Menurut beberapa sumber (takmir-takmir Masjid kawasan hijrah), tidak ada keresahan khusus ketika kami (saya dan istri) belum di Parangtritis. Mereka dengan santai menjalani tugas dengan tetap ghaddul bashar (menundukkan pandangan) dan ngikhwan. Padahal, kami tidak ada misi untuk menyalakan sumbu kompor ketika ingin berhijrah ke Parangtritis. Tujuan kami semata-mata untuk membantu mereka menyebarkan ajaran Islam yang benar di masyarakat yang penuh dengan budaya kejawen itu.

Sekitar pertengahan bulan Mei lalu, ada peristiwa menarik. Peristiwa itu bisa disebut sebagai sejarah reformasi tata-tertib kampus. Seorang mahasiswa tarjih tanggal 12 Mei 2005 menikahi seorang anak Mudir kampus tersebut. Kontan saja, ini merupakan moment bagus untuk obral kompor kepada teman-temannya yang lain. Peraturan yang tadi saya sebutkan diatas, bahwa Mahasiswa Tarjih Tidak Menikah selama Pendidikan otomatis tercabut. Kenapa? (1) Jelas-jelas yang menikah adalah masih mahasiswa tarjih (2) Jelas-jelas yang dinikahi adalah anak dari Mudir lembaga, pimpinan tertinggi yang dulu memimpin bai'at jami'at /sumpah mahasiswa (3) Masyarakat di kawasan hijrah seringkali langsung nembak, atau orangtuanya menawarkan putrinya untuk dinikahi. Inilah yang paling bikin pusing para mahasiswa tarjih.

Sebulan kemudian, tepatnya akhir Juni 2005, terdengar kabar bahwa ada 2 mahasiswa tarjih menikah. Alhamdulillah, mereka adalah yang terkena cipratan sumbu kompor yang kunyalakan pada waktu acara akad nikah sebulan yang lalu.

Nah... kembali kekisah yang diatas. Andi yang merupakan mahasiswa utusan dari Sumatera dengan tegas dan singkat berkata kepada Dina melalui telepon "Ukh, untuk menghidari fitnah, bagaimana kalau kita nikah". Luar biasa tantangan yang diajukan Andi, Dina pun menjawab "Ayo, silahkan, kapanpun saya siap!!". Terdiam sesaat. Andi melanjutkan "Tapi... bagaimana dengan orangtuamu, dulu anti pernah bilang kalau orangtuamu tak setuju jika calon suami dari jauh...". Keduanya terdiam, berfikir, tapi tak dapat menyimpulkan titik putihnya.

Beberapa hari kemudian, wajah Dina tampak dalam acara pengajian remaja masjid se-Parangtritis dimalam Ahad. Saya langsung mengutus istri saya untuk bertanya-tanya tentang perkembangan ta'aruf mereka. Alhamdulillah, istri saya langsung menindaklanjuti, mempertegas, mengetuk palu, memutuskan ketika mendengar kalau keduanya belum memiliki kesepakatan karena perkataan orangtua Dina yang mengganjal terlalu dibawa perasaan oleh Andi. Istri saya dan Dina ngacir ke wartel untuk memastikan dan memberikan solusi yang telah kami rapatkan.

Malam Senin, setelah ada keputusan, Andi menelpon orangtuanya. Pada awalnya mereka menolak keputusan Andi untuk menikah karena alasan : Masih belajar. Telpon darinya pun seketika ditutup sepihak, sebagai tanda ketidaksetujuan atas keputusan anaknya itu. Keesokan malamnya orangtuanya yang balik menelpon asrama, sambil berkata dengan lembut "Kamu mau nikah dengan siapa nak, keputusanmu bukan bercanda kan?... bla.. bla.. bla..". Alhamdulillah, akhirnya orangtuanyapun meng-ACC proposal pernikahan yang diajukan via telepon itu.
Keesokan harinya, wajah keduanya tak lagi cemberut dan berkata "Tolong saya pak Ahmad, Help me...!!". Tapi ucapan terimakasih dari keduanya di tempat yang terpisah "Ternyata benar kata antum Pak, orangtuanya hanya khawatir untuk jauh dari anaknya sehingga sering nyletuk agar dapat suami dari satu kampung ato yang tidak jauh dari sini..." kata Andi penuh senyum.
Malam Jum'at sepekan yang lalu, mereka khitbah. Yang menemani Andi untuk khitbah adalah salah satu takmir masjid di Parangtritis karena orangtuanya mungkin hanya bisa datang pada saat nikah mereka saja. Akhirnya, di tanggal yang Negara ini berusia 60 tahun, 17 Agustus 2005, mereka sepakati sebagai tanggal pernikahan mereka. Alhamdulillah, Komporku ke-3 telah laku.

=====================================================

Pelajaran apa yang dapat diambil? Khususnya bagi Ikhwan :
1. Jangan kalah mental dengan perkataan Orangtua maupun Calon Mertua
2. Jika tujuan kita untuk menikah itu mulia, maka Allah akan membantu kita untuk dipermudah, sebaliknya tujuan menikah yang hanya untuk mengikuti musim (baca : musim nikah) mungkin ada kendala yang membuat rambut kriting anda menjadi uban
3. Harap-harap cemas hanya dapat diatasi dengan keterbukaan, dengan siapa saja yang dianggap kompeten dalam memutuskan masalah tersebut. Menyembunyikan masalah hanya menyebabkan hati-hati kita (yang sedang berproses) terkotori dengan suatu noda yang : Zina hati. Na'udzubillahi min dzaalik


=====================================================

Tulisan ini saya tujukan bagi siapa saja yang bercita-cita untuk menikah dalam usia sangat muda, muda hingga agak tua. Tulisan ini tidak berlaku bagi yang sudah berumur 50tahun keatas :p

3 Ada Komentar?

At الأربعاء, جمادى الآخرة ٢١, ١٤٢٦ ٩:٠١:٠٠ ص, Anonymous غير معرف Bilang...

hmmm...kalau boleh saran,jangan ngompori yang udah nikah untuk nikah lagi ya pak? he he he.

biasanya yg udah nikah, ndak dikompori pun suka nikah lagi:D

---ummi nida---

 
At الخميس, صفر ٠٤, ١٤٢٨ ٢:٤٧:٠٠ م, Anonymous غير معرف Bilang...

best regards, nice info Mahafie virus scan orange beach condo rentals by owner Ccna cisco exam free Removing stereo from 2000 honda civic Blurred vision wellbutrin Austin removal tattoo Mp3 player codes for myspace Men pornography erectile dysfunction premature ejaculation Bathtub sliding doors European car breakdown cover 20 Comptoir sud pacifique skin care products elisha bentley Porsche transmission removal 1987 buick lesabre information Manufacturer of acyclovir micronized mp3 player mixer pepsi max mp3 256mb player user guide getting music off mp3 player

 
At الأحد, رجب ٢٣, ١٤٣٤ ٦:٥٣:٠٠ م, Anonymous غير معرف Bilang...

I am not sure where you are getting your info, but good topic.
I needs to spend some time learning more or understanding more.
Thanks for wonderful info I was looking for this information for my mission.


Here is my webpage :: Generateur de code psn

 

إرسال تعليق

<< Home