الجمعة، جمادى الأولى 24، 1426

Pertanyaan Yang (Dulu) Paling Tak Kusuka

Image hosted by Photobucket.com
Setiap kali kesempatan berbicara, sudah sewajarnya panitia membacakan CV kita yang diundang sebagai pembicara. Isi CV juga tidak ada yang membuat kita kaget atau bertingkah aneh.

Beda jauh dengan ku. Atau mungkin ada juga yang sifatnya sama denganku mengenai CV ini. Ada satu pertanyaan yang (dulu) tak kusuka jika orang menanyakannya. Bukan tentang status marital yang biasanya pertanyaan itu hanya ditakuti oleh para pengisi acara yang masih bujang (hehe), takut dikeroyok beberapa oknum lain jenis (menurut beberapa kasus).

"Bapak ini ternyata seorang PNS, kalau boleh tau PNS dimana pak?" begitu pertanyaan yang tak asing. Dulu aku menjawab pertanyaan ini dengan kalimat "Ah.. tidak perlu, itu kan pekerjaan sambilan saya, yang tetap kan saya bekerja sebagai da'i".

Setelah beberapa hari difikir, ternyata jawaban itu tak cukup bijak. Kubenarkan kembali keberadaanku dalam salah satu Departemen yang banyak menghasilkan "karet" dan memelihara "tuyul" itu. "Bismillah, aku berada di Departemen itu untuk Allah.." niatku. Diantara banyaknya Departemen pemelihara tuyul, mungkin Allah menempatkan beberapa hamba terpilihnya untuk melakukan perubahan.

Kini pertanyaan itu bukanlah hal yang perlu kutakuti. Ketika ada yang bertanya hal yang sama, aku menjawab "Di Departemen yang banyak tikus dan karetnya..". Otomatis beberapa lawan bicara langsung mudeng (mengerti) bahwa aku dinas di Depag