الأربعاء، رجب 12، 1426

2 Sosok dalam 2 Hari

Dalam perjalanan ke Surabaya, 15 Agustus 2005
Mataku mengarah ke sebuah mobil bertuliskan BUS CEPAT dan Magelang-Yogya-Surabaya. Penumpangnya masih tak seberapa, membuat tubuhku bebas berpose duduk, karena aku duduk sendiri dalam 2 bangku empuk yang tersedia dalam satu ruas. Aktivitas siangku yang memakan tenaga juga telah memicuku untuk sering menguap.

Tak terasa, mata pun sedikit demi sedikit terpejam. Dan aku tak tahu kondisi sekitarku. Entah berapa lama sudah aku terlelap. Yang pasti, informasi waktu yang kudapat melalui hand phone-ku sudah berubah angka depannya. Sewaktu berangkat, angka depannya 7, kini 9. Penumpang mulai berdatangan, rata-rata mereka satu tujuan denganku, ke Surabaya.

Ada sesosok lelaki yang perawakannya lebih besar dan tinggi dibanding aku, tanpa ragu menempati bangku yang ada disampingku. Aku acuh tak acuh, dan lebih memilih meneruskan rajutan impian yang sempat terputus. Walaupun suara sekitarku kini bervariasi “Tahu... Kacang...Aqua...Nasi hangat...” bahkan ada juga seorang bapak yang menjajakan buku-buku tebal.

Lebih dari 30 menit, Bus kembali dikuasai sopirnya. Kuperhatikan begitu sabar dan telatennya pak sopir menerobos jalan-jalan berkelok yang merumitkan. Seandainya pemikiran pemimpin kita sama sabar dan telaten pak sopir, mungkin setiap masalah dapat selesai tanpa mengundang masalah lain. Setelah kukagumi pak Sopir, tanpa kuperintah mataku kembali menutup. AC yang dingin mungkin menjadi pendukung kelelapanku. Kulirik penumpang sekitarku juga melakukan apa yang aku lakukan. Waktu terus beralih.

Kini jelas sudah kehadiran gelap, ketika mataku tak mampu lagi menutup diri. Sekitarku memang pemandangan gelap, hanya pepohonan dan rumah-rumah kecil yang mungkin hanya dipasang lampu 5 watt. Sang kondektur bergata agak halus “Ayo bangun... istrirahat dulu pak.. bu.. mas.. mba”. Rupanya bus sudah melaju dari Jogja hingga Ngawi dalam waktu tidak lebih dari 5 Jam. Semua bergegas keluar bus menuju meja makan yang tersedia.

Alhamdulillah, akhirnya perutku bisa diisi juga dengan nasi, setelah seharian penuh lupa menjumpainya karena menuntaskan kesibukan. Mataku kini lebh segar. Sesuai kebiasaan, mungkin aku tidak akan bisa tidur setelah makan. Kusempatkan berkenalan dengan penumpang sebelahku. Berawal dari pembicaraan klasik “Mau kemana mas?”, kemudian berlanjut ke omongan yang lebih berat, cerita ini-itu. Beberapa saat kemudian, tangan kanannya mengarah ke kantong celana belakang, meraih dompet, lebih tepat lagi mengambil kartu nama. “Mas ada kartu nama?” ungkapnya sambil menyerahkan kartu namanya.”Ooo.. sepertinya aku ga bawa, nanti tak lihat tasku...” jawabku singkat. Belakangan kuketahui namanya melalui kartu nama yang kuterima : Dani Setyawan.

Malam semakin larut, menenggelamkan rembulan yang tampil begitu malu-malu diatas awan yang polos. Obrolan kami tak lagi seperti orang yang baru berkenalan, tapi sudah seperti sahabat yang lama sekali tak bersua. Sesekali kami tertawa hingga terdengar keras karena joke-joke yang kami bicarakan. Hampir dapat dipastikan, pada saat itu, selain sopir dan kondekur, penumpang yang masih memfungsikan mata, telinga dan mulutnya hanya kami berdua.

02.17. Angka itu terpampang jelas diatas sopir. “Ayo siap-siap, Surabaya-surabaya!!!” ungkap kondektur. Aspal kering di Bungurasih tak menyurutkan langkah dan lari calo supor taksi dan ojek untuk mengeluarkan beberapa tetes keringat dengan penawaran jasa dengan harga setinggi-tingginya. “Gimana mas klo njenegan istirahat dulu ditempatku sambil menunggu subuh..” tawaran itu diungkapkan karena Dani melihatku tidak dapat menghubungi nomer yang semestinya kuhubungi.

Subuh yang dingin. Gigiku merinding. Tapi aku tetap harus menuju tempat tujuan. “Aku berangkat sekarang yah!!” izinku pada Dany. Namun, dani malah mencari kunci motor dan helm “Sek’ yah? (Tunggu ya! – pen)”. Aku terheran, kenapa kalau antar Cuma sampai depan mesti pakai helm, apa ada polisi di pagi buta seperti ini?. Pertanyaan ini tak kubuang melalui mulutku. Cukup aku saja yang bertanya pada diri sendiri, karena nantinya akan tahu sendiri.

30 menit sudah kami meninggalkan Pondok Legi, kediaman Dani. Laju kuda bermesin yang dipimpin Dani sendiri agak cepat. Beberapa kali kami bicara hal-hal kecil. “Itu apa?, Kita mau kemana? Masih jauh nggak?”. Entah apa motivasi Dani, teman yang baru kukenal itu. Dengan rela, tanpa ragu dan tanpa curiganya ia mendengar ceritaku, membawaku istirahat dirumahnya hingga mengantarku ke tempat yang kucari. Bukan main gembiranya aku, rupanya Allah masih menyisakan orang baik diantara kezaliman hidup yang silih berganti. Sosok Dani masih banyak terdapat jika kita mau mencarinya atau tanpa kesengajaan sedikitpun. “Jangan lupa kasih kabar, sms aku yah klo ada apa-apa...” itu kalimat terakhir yang kuterima setelah tempat yang kutuju kami temukan. Ia pun melaju dengan kuda mesin yang sederhana menyisakan kartu nama, cerita dan kenangan manis.

Dalam perjalanan ke Jogja, 16 Agustus 2005
Penumpang bus ini padat sekali. Rupanya salah satu penyebabnya adalah karena besok tanggal libur, tanggal 17 Agustus. Aku duduk dengan sepasang suami istri yang tak menyapaku dari awal hingga akhirnya. Aku mencoba memulai bicara, tapi mereka sedang asyik berdua. Akhirnya kuurungkan niatku untuk bicara. Tidak ada pengalaman berharga seketika itu. 6 Jam kulalui dengan menganyam rencana di esok hari. Sesekali game di HP kunikmati.

Jam setengah dua pagi, Giwangan kusapa. Tukang ojek, sopir taksi dan tukang becak banyak mendatangi kami dan menawarkan diri untuk memakai jasanya. Aku tak tertarik dengan mereka. Aku melangkah ke arah Utara, mencari tempat untuk memenuhi aspirasi perut yang demo anti lapar dan tenggorokan yang protes anti haus. Mungkin karena begitu laparnya aku, sehingga mi rebus dan kopi susu dapat kutuntaskan keberadaannya didunia dalam waktu kurang dari 15 menit.

Tanpa banyak waktu menunggu, kuberjalan kembali menyusuri daerah Giwangan yang mulai ramai pedagang sayur. Aku merasakan adanya tatapan yang membututiku. Aku tak mau ambil resiko, kupercepat langkahku hingga bertemu dengan beberapa orang yang tengah tirakatan (budaya berkumpul pada malam 17an - pen). “Ojek pak?” sapaku. “Tindak pundi mas? (Mau kemana mas?)” jawab salah satu dari mereka. Kujelaskan arahnya dengan bahasa jawa. “Oke mas!” sanggup seorang yang masih muda.

Seperti biasa, aku tak pernah bisa diam ketika bertemu orang. Pasti bicara masalah bebas. Itupun kulakukan pada saat motor Mas Fulan (aku tak sempat berkenalan) melaju ke arah rumahku, 27 kilometer dari Giwangan. “Mas ngerti yang jualan bensin 24 jam, takut habis nih?” jelasnya. Kutunjukkan arahnya setelah melewati beberapa desa. Pom Bensin Patalan adalah satu-satunya Pom Bensin ke arah Pantai Parangtrits yang beroperasi 24 jam.

Selembar 20.000 dikeluarkan dari dompet Mas Fulan. Ia menolak ketika aku berniat membayarnya “Biar saya saja, ini kan motor saya!”. 45 menit adalah waktu standar menuju ke rumahku dengan sepeda motor. Aku turun, membuka resleting tas, merogoh sekian puluh ribu rupiah untuk memayar jasanya, tapi sungguh diluar kenyataan dia menolak dibayar, untuk kedua kalinya “Udah mas, nggak usah, saya bukan tukang ojek koq, saya Cuma pengin nolong njenengan...”. aku tak bisa berkata apa-apa. Kembali kekagumanku tumbuh kepada salah satu makhluk Allah yang masih sempat berbuat baik, meolong saudaranya yang butuh bantuan. Dengan berbagai upaya aku membuuknya agar menerima uang yang aku berikan, tapi ia langsung meninggalkanku tanpa perubahan kata “Udah nggak usah, saya Cuma nolong koq, bukan tukang ojek...”.

Sebagaimana keherananku terhadap Dani, aku juga heran kepada Mas Fulan yang telah rela membuang 20.000 untuk membeli bensin, hanya untuk mengantarku yang bukan siapa-siapanya. “Semoga Allah memberkahinya” ucapan itu mengiringi laju motornya yang cepat namun halus suaranya.


Tulisan ini kupersembahkan buat Mas Dani (Surabaya) dan Mas Fulan (Ojek Giwangan)
Yang menjadi hamba-hamba pilihan, sehingga berhati mulia.
Semoga Allah melapisi hidup kalian dengan rahmat-Nya

Ditulis di Hari Kemerdekaan RI yang ke 60
“Aku berharap tulisan ini memerdekakanku untuk mencari banyak sosok pilihan disekitarku...”

5 Ada Komentar?

At الأحد, رجب 16, 1426 5:30:00 ص, Blogger joeammons82191300 Bilang...

='Brand New News Fr0m The Timber Industry!!'=

========Latest Profile==========
Energy & Asset Technology, Inc. (EGTY)
Current Price $0.15
================================

Recognize this undiscovered gem which is poised to jump!!

Please read the following Announcement in its Entierty and
Consider the Possibilities?
Watch this One to Trad,e!

Because, EGTY has secured the global rights to market
genetically enhanced fast growing, hard-wood trees!

EGTY trading volume is beginning to surge with landslide Announcement.
The value of this Stoc,k appears poised for growth! This one will not
remain on the ground floor for long.

KEEP READING!!!!!!!!!!!!!!!

===============
"BREAKING NEWS"
===============

-Energy and Asset Technology, Inc. (EGTY) owns a global license to market
the genetically enhanced Global Cedar growth trees, with plans to
REVOLUTIONIZE the forest-timber industry.

These newly enhanced Globa| Cedar trees require only 9-12 years of growth
before they can be harvested for lumber, whereas worldwide growth time for
lumber is 30-50 years.

Other than growing at an astonishing rate, the Global Cedar has a number
of other benefits. Its natural elements make it resistant to termites, and
the lack of oils and sap found in the wood make it resistant to forest fire,
ensuring higher returns on investments.
T
he wood is very lightweight and strong, lighter than Poplar and over twice
as strong as Balsa, which makes it great for construction. It also has
the unique ability to regrow itself from the stump, minimizing the land and
time to replant and develop new root systems.

Based on current resources and agreements, EGTY projects revenues of $140
Million with an approximate profit margin of 40% for each 9-year cycle. With
anticipated growth, EGTY is expected to challenge Deltic Timber Corp. during
its initial 9-year cycle.

Deltic Timber Corp. currently trades at over $38.00 a share with about $153
Million in revenues. As the reputation and demand for the Global Cedar tree
continues to grow around the world EGTY believes additional multi-million
dollar agreements will be forthcoming. The Global Cedar nursery has produced
about 100,000 infant plants and is developing a production growth target of
250,000 infant plants per month.

Energy and Asset Technology is currently in negotiations with land and business
owners in New Zealand, Greece and Malaysia regarding the purchase of their popular
and profitable fast growing infant tree plants. Inquiries from the governments of
Brazil and Ecuador are also being evaluated.

Conclusion:

The examples above show the Awesome, Earning Potential of little
known Companies That Explode onto Investor?s Radar Screens.
This s-t0ck will not be a Secret for long. Then You May Feel the Desire to Act Right
Now! And Please Watch This One Trade!!


GO EGTY!


All statements made are our express opinion only and should be treated as such.
We may own, take position and sell any securities mentioned at any time. Any
statements that express or involve discussions with respect to predictions,
goals, expectations, beliefs, plans, projections, object'ives, assumptions or
future events or perfo'rmance are not
statements of historical fact and may be
"forward,|ooking statements." forward,|ooking statements are based on expectations,
estimates and projections at the time the statements are made that involve a number
of risks and uncertainties which could cause actual results or events to differ
materially from those presently anticipated. This newsletter was paid $3,000 from
third party (IR Marketing). Forward,|ooking statements in this action may be identified
through the use of words such as: "pr0jects", "f0resee", "expects". in compliance with
Se'ction 17. {b), we disclose the holding of EGTY shares prior to the publication of
this report. Be aware of an inherent conflict of interest resulting from such holdings
due to our intent to profit from the liquidation of these shares. Shar,es may be sold
at any time, even after positive statements have been made regarding the above company.
Since we own shares, there is an inherent conflict of interest in our statements and
opinions. Readers of this publication are cautioned not
to place undue reliance on
forward,|ooking statements, which are based on certain assumptions and expectations
involving various risks and uncertainties that could cause results to differ materially
from those set forth in the forward- looking statements. This is not solicitation to
buy or sell st-0cks, this text is or informational purpose only and you should seek
professional advice from registered financial advisor before you do anything related
with buying or selling st0ck-s, penny st'0cks are very high risk and you can lose your
entire inves,tment.

 
At الخميس, ذو القعدة 23, 1427 3:09:00 م, Anonymous غير معرف Bilang...

Cool guestbook, interesting information... Keep it UP
»

 
At الثلاثاء, محرم 18, 1428 8:51:00 م, Anonymous غير معرف Bilang...

Excellent, love it! M175 headset Adware stopper popup blocker Franke water filters

 
At الأربعاء, محرم 26, 1428 6:56:00 م, Anonymous غير معرف Bilang...

Very cool design! Useful information. Go on! buff blondes Swm 401 k Free free buy tenuate online

 
At السبت, صفر 13, 1428 2:14:00 م, Anonymous غير معرف Bilang...

That's a great story. Waiting for more. Black porn starlets Lingerie pattern software Percocet and penecillan Laptops online shop in usa

 

إرسال تعليق

<< Home